Pendaftaran domain Anda dalam proses. Periksa kembali dalam satu jam
Diposting pada 11 Sep 19

Bengkel S.A.C (Semarang Auto Car) Palembang

Exhaust Gas Recirculation (EGR)

EGR berfungsi megurangi pembentukan gas NOx dengan cara mensirkulasikan sejumlah kecil gas buang kembali ke dalam ruang bakar melalui intake manifold. Jumlah gas buang yang disirkulasikan ke intake manifold hanya sekitar 6 sampai 10%, dimana hal itu sudah cukup untuk "merusak" campuran bahan bakar dan udara yang akan memberikan efek "mendinginkan" temperatur ruang bakar.

Jika terjadi gangguan pada sistem EGR, misalnya terdapat kebocoran dan mengakibatkan sistem EGR tidak dapat bekerja, maka akan menimbulkan beberapa gejala pada mesin, seperti: · Detonasi (knocking) saat akselerasi atau beban berat
· Putaran idle (stasioner) mesin menjadi kasar
· Mesin menjadi pincang seakan busi mati
· Mesin menjadi susah untuk hidup
· Kandungan gas NOx dan HC pada gas buang akan meningkat drastis.

Selama sistem EGR berfungsi dengan baik maka tidak akan menimbulkan gangguan pada performa mesin.
Dapatkan penawaran
Pesan terkirim. Kami akan segera mengabari Anda.